RSS Feed

SUMUR RESAPAN

Posted on

Septian Vienastra, S.Si., M.Eng.
vienastra@ugm.ac.id
@vienastra

Intensitas kekeringan saat ini sangat mengkhawatirkan. Di daerah tertentu, pada kedalaman 100 meter dari permukaan tanah belum ditemukan air. Di daerah perkebunan ada kecenderungan petani untuk menebang pohon kelapa sawit dan kakao setelah penurunan produksi yang signifikan yang diyakini akibat kurangnya daya resap tanah menahan air.

Daya resap tanah berkurang lantaran kegemburannya menurun setelah dilakukan penebangan hutan. Jika sebelumnya tanah mampu menahan air 70 %, kondisi setelah penebangan menurun menjadi hanya 40 % yang tertahan. Dengan cadangan 40 %, airtanah tidak mampu menyuplai kebutuhan tanaman selama kemarau hingga musim penghujan tiba. Inilah yang membuat kekeringan dengan intensitas tinggi terjadi.

Yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah di atas salah satunya yaitu membantu kemampuan lahan menyimpan air di permukaan tanah, menambah daya resap dan daya tampung, membuat sumur-sumur untuk menyimpan air di dalam tanah. Selama ini, tidak ada upaya dalam skala nasional untuk memanfaatkan limpahan air hujan yang kadang malah menjadi musuh ketika turun dan mengalir dengan tak terkendali. Barang kali langkah sederhana ini tidak akan mengganggu budget pemerintah, yakni dengan membuat sumur-sumur atau lubang resapan mulai dari gunung, hutan, hulu sungai, permukiman, hingga ke hilir dan ke tepi pantai.

Gambar 1. Skema Sederhana Sumur Resapan

Sumur resapan ini dibuat kecil-kecil saja dengan kedalaman dua atau tiga meter dengan lebar yang bisa disesuaikan dengan besarnya lahan. Ukuran tersebut tentunya berbeda jika diaplikasikan di perkotaan. Dimensi dari lubang sumur resapan untuk wilayah perkotaan disarankan berukuran 1 x 1 x 1 meter. Pertimbangan dari saran tersebut adalah keterbatasan dari lahan perkotaan dan efektivitas biaya pembuatan.

Gambar 2. Sumur Resapan yang Dibuat Bersebelahan

Dengan sumur resapan, maka air hujan dari atap rumah tidak mengalir ke jalan atau ke saluran drainase. Sumur resapan dapat mengurangi banjir dan juga mengatasi genangan lokal. Hal itu akan membantu mengurangi beban saluran drainase. Jalanan yang berubah menjadi sungai saat hujan lebat adalah akibat air hujan yang berasal dari atap rumah dan permukaan tanah yang sudah tertutup oleh aspal dan beton langsung mengalir ke jalan. Belum lagi jika saluran drainase di tepi jalan tersumbat sampah. Saluran drainase yang ada sekarang ini desainnya tidak sesuai untuk wilayah tropis dengan curah hujan yang tinggi. Desain saluran yang ada saat ini, masih meniru desain luar negeri yang iklimnya sub tropik. Misalnya untuk saluran drainase sepanjang 300 meter, tiap 30 meter di dasar saluran dibuatkan sumur resapan.

Manfaat lainnya, menjaga kestabilan airtanah saat memasuki musim kemarau sehingga terhindar dari kekeringan. Pada saat peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, cadangan airtanah cenderung menurun. Hal akan berdampak negatif kepada penduduk yang ingin mengambil airtanah karena cadangan airnya semakin sedikit. Sumur resapan dapat menambah cadangan airtanah, pemenuhan kebutuhan air penduduk ataupun sebagai usaha konservasi air.

Fungsi sumur resapan yang lain adalah mengimbangi daerah yang mengalami perubahan pemanfaatan lahan. Sumur resapan digunakan untuk mengatasi daerah yang mengalami permasalahan adanya tendesi bahwa lahan peresap alami makin menyempit. Hal ini dapat disebabkan karena semakin banyaknya bangunan-bangunan seperti rumah, gedung, jalan yang dibangun tidak memperhitungkan siklus hidrologi. Dalam hal ini, peran sumur resapan sebagai pengganti peresap alami yang hilang atau berkurang akibat meluasnya lahan pembangunan yang menjadi kedap tertutup bangunan atau jalan. Posisi sumur resapan dalam siklus hidrologi dapat dilihat pada Gambar 3.

Gambar 3. Posisi Sumur Resapan dalam Siklus Hidrologi

Hal yang perlu dipertimbangkan dalam pembuatan sumur resapan adalah: daya resap lapisan batuan yang mendasari bidang peresapan harus cukup besar, kondisi dan kualitas lingkungan alam dan keairan sekitar bangunan peresap harus memenuhi persyaratan konservasi, dan biaya pembangunan dan pemeliharaan hendaknya realistis atau relatif tidak mahal. Hal yang mungkin sulit untuk dilakukan masyarakat awam yaitu memperhitungkan faktor-faktor intensitas hujan rencana, koefisien perubahan pengguna lahan di sekitar sumur resapan, daya resap dan efesiensi sumur resapan serta luas efektif lahan. Namun pada dasarnya, jika sudah dibangun sumur resapan, dapat mengurangi dampak dari permasalahan hidrologis seperti kekeringan, banjir atau rusaknya drainase.

Sumber :

http://www.suarapembaruan.com/News/2004/09/16/Editor/edi01.htm
http://www.pu.go.id/balitbang/pusair/ungulan/ttg_air_resapan.htm
http://202.133.81.114/article.php?sid=4228

About Vienastra

Golden Boy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: