RSS Feed

BAHAYA METANA BEKU BILA MENCAIR

Posted on

 
Septian Vienastra, S.Si., M.Eng.
vienastra@ugm.ac.id
@vienastra

Satu lagi berita buruk, pemanasan global juga membawa satu potensi bencana besar bagi planet kita, yaitu mencairnya methane hydrates: metana beku yang tersimpan dalam bentuk es. Jumlahnya cukup mencengangkan: 3.000 kali dari metana yang saat ini ada di atmosfer.

Planet bumi menyimpan metana beku dalam jumlah yang sangat besar yang disebut dengan methane hydrates atau methane clathrates. Methane hydrates (hidrat metana) banyak ditemukan di kutub utara dan kutub selatan, dimana suhu permukaan air kurang dari 0° Celcius, atau dasar laut pada kedalaman lebih dari 300 meter, dimana temperatur air ada di kisaran 20° Celcius.

Hidrat metana banyak terdapat di seluruh dunia saat ini, di antaranya yaitu metana yang tersimpan di dalam deposit kurungan air yang tak stabil, yang jika terganggu, ia melepaskan metana. Hidrat metana terdapat di delta-delta sungai besar seperti delta Amazon dan daerah delta lama seperti Teluk Meksiko. Sungai-sungai besar menghanyutkan jutaan ton sedimen yang mengandung unsur-unsur tanaman yang terus membusuk setelah sedimen itu tertimbun di dalam delta sungai. Pembusukan anaerobik ini memproduksi metana yang terperangkap dalam sedimen sebagai hidrat metana. Ketika terjadi perubahan temperatur dan tekanan di dalam air, maka metana itu dengan sangat cepat terlepas dalam jumlah yang amat besar. Bentuk lainnya adalah hidrat metana beku dimana metana itu terperangkap dalam campuran es dan air. Jika campuran itu menghangat atau tekanan pada es itu berkurang, maka metana itu terlepas. Hidrat metana beku bisa mengandung 170 volume metana. Hidrat-hidrat beku itu terdapat pada endapan dalam lempengan dasar laut di Laut Artik.

Metana juga dapat terperangkap pada lapisan tanah es di atas lapisan materi tumbuhan yang terletak lebih rendah dan tidak membeku. Materi tanaman itu membusuk dan memproduksi metana, lalu terperangkap oleh tanah es beku di atasnya. Jika lapisan tanah es itu mencair, maka metana yang berada di bawah lapisan itu akan terlepas ke atmosfer. Tanah es yang begitu luas di belahan bumi utara amat yang menangkap metana berpotensi melepaskannya, jika tanah es itu mencair akibat pemanasan global.

Methane hydrates juga ditemukan di danau-danau yang dalam, seperti danau Baikal di Siberia. Metana adalah gas dengan emisi rumah kaca 23 kali lebih ganas dari karbondioksida (CO2), yang berarti gas ini kontributor yang sangat buruk bagi pemanasan global yang sedang berlangsung. Berita buruknya adalah pemanasan global membuat suhu es di kutub utara dan kutub selatan menjadi semakin panas, sehingga metana beku yang tersimpan dalam lapisan es di kedua kutub tersebut juga ikut terlepaskan ke atmosfer. Para ilmuwan memperkirakan bahwa Antartika menyimpan kurang lebih 400 miliar ton metana beku, gas ini dilepaskan sedikit demi sedikit ke atmosfer seiring dengan semakin banyaknya bagian-bagian es di antartika yang runtuh. Anda bisa membayangkan betapa mengerikannya keadaan ini: Bila Antartika kehilangan seluruh lapisan esnya, maka 400 miliar ton metana tersebut akan terlepas ke atmosfer! Ini belum termasuk metana beku yang tersimpan di dasar laut yang juga terancam mencair karena makin panasnya suhu lautan akibat pemanasan global. Metana yang terperangkap dalam deposit hidrat metana mulai terlepas ke atmosfer dan mempercepat laju pemanasan. Hal ini akan mengakibatkan pemanasan dan pelepasan metana lebih lanjut. Begitu atmosfer makin panas, maka berbagai tipe deposit metana akan terlepas. Siklus terlepasnya metana memicu peningkatan pemanasan dan menyebabkan makin banyak metana yang terlepas dari area-area timbunan metana lain di dunia begitu pemanasan global dimulai.

Sekali terpicu, siklus ini akan menghasilkan pemanasan global yang sangat parah sehingga mungkin dapat disetarakan dengan kiamat! Apakah ini fantasi yang dibuat-buat oleh aktifis lingkungan dan ilmuwan-ilmuwan paranoid? Sayangnya tidak. Bukti-bukti geologi yang kuat menyatakan sedikitnya sudah dua kali planet kita mengalami kejadian ini. Para ahli geologi menemukan bahwa malapetaka besar ini pernah terjadi kurang lebih 55 juta tahun lalu yang disebut oleh para ilmuwan sebagai Paleocene-Eocene Thermal Maximum (PETM). Saat itu semburan metana naik ke permukaan sehingga mengakibatkan pemanasan planet dengan sangat cepat dan menyebabkan kematian massal, kemudian mengganggu keadaan iklim bumi.

Kita mengetahui bahwa terdapat hidrat metana dan deposit tanah es yang begitu luas di seluruh dunia. Kita mempunyai bukti bahwa kita sekarang berada pada permulaan periode pemanasan global yang diperkirakan makin memburuk karena terlepasnya CO2 ke atmosfer secara terus menerus akibat pembakaran bahan fosil. Model komputer terbaru yang memperhitungkan efek umpan balik pemanasan global yang telah terjadi menerangkan bahwa sekitar tahun 2050 kita mungkin tidak bisa lagi memanfaatkan hutan hujan Amazon sebagai penyimpan karbon.

Pemanasan global dapat membuat temperatur udara meningkat menjadi 5° hingga 8° Celcius sebelum tahun 2100. Kejadian ini tak dapat diperkirakan dan saat ini tak seorang pun yang benar-benar tahu bagaimana sisem lingkungan dunia akan berubah, tetapi kita sekarang memiliki bukti-bukti geologi masa lalu. Berdasarkan bukti ini, pemanasan global dapat memicu terlepasnya metana dalam jumlah yang besar, dimana sekali ia terlepas, intensitasnya akan bertambah besar. Hal ini dapat menjadi sebuah kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi, karena begitu hal itu mulai terjadi, maka tak akan ada jalan untuk menghentikan pemanasan global akibat lepasnya metana secara terus-menerus. Kita dapat mengurangi emisi CO2 kita, tetapi kita tidak dapat mengurangi emisi metana begitu mereka mulai keluar, kekuatan alam yang begitu besar akan mengambil alih dan mengubah dunia kita. Kemungkinannya hal ini akan mengakibatkan pencairan lapisan es di Antartika yang lalu akan menaikkan permukaan laut sampai setinggi 50 meter dan akan mengubah total iklim di dunia ini.

Daerah barat Siberia memiliki daerah kolam berlumpur seluas Perancis dan Jerman yang beku oleh es abadi. Daerah ini mengandung tidak kurang dari 70 miliar ton metana beku di dalamnya! Peneliti Sergei Kirpotin dari Tomsk State University di Siberia dan Judith Marquand dari Universitas Oxford pada tahun 2005 melaporkan bahwa satu juta kilometer persegi es abadi di sana telah mulai mencair.

Sebuah studi yang dipublikasikan pada majalah Nature edisi ke-7 yang ditulis oleh Katey Walter dari University of Alaska dan Jeff Chanton dari Florida State University melaporkan bahwa kecepatan proses terlepasnya metana ke udara karena mencairnya es di Siberia ini mencapai lima kali lebih cepat dari perkiraan para ilmuwan sebelumnya.

Lebih banyak metana yang terlepas ke atmosfer berarti makin parah pula pemanasan global yang kita alami. Sudah saatnya kita sebagai penduduk dunia untuk melakukan tindakan nyata untuk menghentikan semua proses yang mengarah pada kehancuran ini. Apakah Anda tidak tidak berkeberatan untuk menjadi orang yang peduli terhadap lingkungan?

Sumber:

http://www.nicky.co.id

http://www.suprememastertv.com

About Vienastra

Golden Boy

6 responses »

  1. kereennn mas….
    sangtat informatif …
    lanjutkan karyamu.. hohoohoh

    Reply
  2. Penemuan yg menghawatirkan masa depan bangsa tp solusinya juga harus ada, berkarya terus demi kslamatan bangsa juga, kt tunggu solusinya bro…

    Reply
  3. mantap… ada sambungan untuk mengubah secara energi bahan bakar? thanks

    Reply
    • terimakasih pertanyaannya…….memang untuk mengarah ke sana para ahli sedang mengupayakan agar bisa dimanfaatkan menjadi energi lain, seperti bahan bakar, namun sampai saat ini belum ada yang mampu menerapkannya, kalaupun ada mungkin juga belum dipublish atau memang keterbatasan pengetahuan saya sendiri…siapa tau justru dari kita2 ini sebagai pemecah masalah tersebut…hehehe…

      Reply
  4. Pingback: Energi Terbarukan CH4 | glandwialldi's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: