RSS Feed

ANTARA WAKTU ADZAN DENGAN KECEPATAN ROTASI BUMI

Posted on

Septian Vienastra, S.Si., M.Eng.
vienastra@ugm.ac.id
@vienastra

Apa hubungannya? Adakah kecocokan? Pernahkah terpikirkan oleh Anda? Terdengar konyol, bahkan mungkin impossible. Mari kita bahas bersama. Setiap hari kita tentunya mendengar suara adzan (terutama di wilayah yang mayoritas penduduknya beragama Islam atau setidaknya hanya mendengar melalui televisi atau radio). Terdapat selisih waktu adzan antara satu kota dengan kota yang lain. Mengapa demikian? Posisi matahari terhadap bumi yang mempengaruhinya, misalnya jika di Indonesia sedang siang hari, maka di negara-negara Eropa masih pagi hari dan di negara-negara Amerika sedang malam hari. Jika lebih didetailkan lagi, wilayah Indonesia yang memiliki 3 pembagian waktu jam tentu juga berbeda-beda waktu adzannya. Yang paling ekstrim, selisih waktu adzan di Papua dengan di Sumatera. Contoh yang lebih detail lagi, pada tanggal 1 bulan Ramadhan 1432 H waktu adzan Maghrib untuk wilayah Semarang (6°58′ LS 110°29′ BT) dikumandangkan pada pukul 17.43 WIB, sedangkan adzan Maghrib di Jakarta (6°10′ LS 106°49′ BT) dikumandangkan pada pukul 17.57 WIB. Terdapat selisih 14 menit antara Semarang dengan Jakarta. Jarak lurus antara kedua kota tersebut (berdasarkan Google Earth) adalah 389,67 km. Jarak datar ini merefleksikan penyinaran sinar matahari terhadap bumi yang dianggap lurus.

Perhitungan Jarak Semarang-Jakarta dengan Google Earth

Dari data tersebut, maka kita dapat mencari kecepatan rotasi Bumi. Sama seperti pelajaran di tingkat sekolah dasar, kita bermain dengan jarak, waktu dan kecepatan. Jarak kita ketahui, yaitu 389,67 km, waktu kita mengasumsikan dari perbedaan waktu adzan sebagai waktu tempuh. Dalam kasus ini, waktu yang digunakan adalah 14 menit. Jadi kita bisa mengukur kecepatan rotasi Bumi. Caranya????

Rumus mencari kecepatan

= jarak/waktu = 389,67 km/14 menit = 27,83 km/menit = 1670,014 km/jam

Jika dibandingkan dengan data-data mengenai Bumi itu sendiri, sebernarnya hasil perhitungan tersebut tidak terlalu beda jauh. Bumi memiliki keliling ekuator 40.075 km dan jika kita mencari kecepatan rotasinya maka kita dapatkan nilai 1669,041 km/jam (40.075 km dibagi 24 jam) atau berselisih sekitar 1 km/jam. Sederhana sekali perhitungannya dan bersifat ilmiah. Perhitungan ini hanya berlaku di sekitar ekuator atau daerah dengan lintang rendah, baik lintang utara maupun selatan. Semoga tulisan singkat ini bermanfaat dan kita bisa memaknai fenomena-fenomena alam di sekitar kita, dimulai dari hal yang kecil yang kita jumpai sehari-hari.

About Vienastra

Golden Boy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: