RSS Feed

TANTANGAN BALAP DI BALIK PARADISO MONACO

Posted on

 
Septian Vienastra
F1 Mania
@vienastra

Principauté de Monaco atau Monaco adalah sebuah negara terkecil kedua di dunia, setelah Vatikan, yang terletak di antara Laut Mediterania dan Prancis di sepanjang Pantai Biru (Côte d’Azur). Monaco juga adalah negara dengan kepadatan penduduk terbesar kedua di dunia. Jika Anda memasuki negara ini, sepanjang jalan dipenuhi dengan deretan hotel, toko dan butik mewah keluaran perancang dunia terkenal. Mobil-mobil mewah, seperti Jaguar, Porsche, Mercedez Benz ataupun BMW seri terbaru, berseliweran di jalan raya bersaing dengan puluhan kapal-kapal mewah berukuran sedang yang berjejer rapi di dermaga, yang terletak di seberang jalan yang berbatasan dengan pantai. Sebagai negara yang dikenal berbiaya hidup tertinggi di kawasan French Riviera, Monaco menjadi tempat tujuan para wisatawan kaya yang ingin memanjakan diri. Oleh karena itu, salah satu sumber pendapatan Monaco berasal dari sektor pariwisata. Sisi lain dari negara yang eksotis ini yaitu adanya sirkuit jalanan untuk balap jet darat Formula 1. Circuit de Monaco adalah nama dari sirkuit balap mobil yang berada di jalanan kota Monte Carlo dan La Condamine di sekitar pelabuhan Monaco.

Layout Sirkuit Monaco (www.understeering.wordpress.com)

Sirkuit ini lebih melekat ke nama “Monte Carlo” karena sebagian besar sirkuit berada di wilayah Monte Carlo, ibukota Monaco. Sirkuit ini digunakan dalam satu minggu setiap bulan Mei tiap tahun sebagai tuan rumah Formula 1. Balapan perdana diadakan pada tahun 1929 dan dimenangkan oleh William Grover-Williams yang mengendarai Bugatti. “Pembuatan” sirkuit ini membutuhkan waktu enam minggu sedangkan pembongkarannya membutuhkan waktu tiga minggu. Sirkuit ini memiliki banyak tanjakan dan turunan, tikungan tajam dan sebuah jalur lurus pendek yang membuat sirkuit ini menjadi yang paling menarik di balapan Formula 1. Panorama laut dan bukit di sekitar sirkuit juga menjadi daya tarik tersendiri. Panjang sirkuit sejauh 3,34 km dengan 19 tikungan dalam satu putaran. Beberapa tikungan terkenal antara lain berupa hairpin yang sempit pada tikungan 6 Grand Hotel serta tikungan Tunnel, yaitu tikungan ke 9 yang melalui terowongan. Sirkuit ini memiliki tikungan terlambat di Formula 1 (Grand Hotel hairpin, dengan kecepatan hanya 50 km/jam) dan salah satu yang tercepat (tikungan di dalam terowongan, tiga tikungan setelah hairpin, dengan kecepatan 260 km/jam).

Tunnel di dalam Sirkuit Monaco (Foto: Gonata, 2010)

Skill pembalap lebih penting daripada power dari mobil sendiri karena lintasan yang sempit. Kemungkinan adanya saling mendahului sangat kecil dan berbahaya. Bagian terowongan yang terkenal (berada di bawah Fairmont Hotel) memberikan kesulitan kepada pembalap untuk melaluinya karena adanya peralihan cepat dari terang ke gelap, kemudian kembali ke terang lagi, dan sebagai bagian tercepat dari sirkuit. Akibatnya, hasil akhir dari balapan ditentukan dari starting grid dan pitstop.

Sirkuit ini merupakan jelmaan dari jalan raya umum, sehingga kondisinya tidak terlalu mulus jika dibandingkan dengan sirkuit khusus balap mobil (terasa bumpy). Hal ini membuat para insinyur di masing-masing tim harus menaikkan tinggi kendaraan antara 5 sampai 7 milimeter dari normal. Selain itu, untuk menambah daya cengkeram, mobil-mobil Formula 1 tersebut harus menggunakan setelan suspensi yang lebih lembut dari normal. Hal yang sama juga harus dilakukan untuk setelan anti-roll bar. Selain itu sudut camber suspensi harus disesuaikan supaya memberikan kinerja optimal pada pengendalian mobil. Sirkuit Monaco juga merupakan sirkuit yang menuntut tingkat downforce yang paling besar. Hal ini diperlukan untuk memberikan grip yang optimal pada saat pengereman dan akselerasi serta stabilitas kendaraan pada saat masuk tikungan maupun memberikan traksi yang optimal sewaktu keluar dari tikungan.

Karakter sirkuit lambat, maka penggunaan ban akan sedikit lebih hemat. Ban dengan kategori soft dan super soft compounds akan digunakan untuk memberikan traksi yang baik di tikungan-tikungan kecepatan rendah. Rasio gearbox yang rapat akan digunakan mobil balap yang berlaga di sirkuit ini untuk mengoptimalkan akselerasi. Diperkirakan pada setiap putaran terjadi 53 kali perpindahan gigi dan selama balapan mencapai total 4150 kali perpindahan gigi.

Sirkuit Monaco yang banyak tikungan dan jalur lurus yang hanya sedikit, menyebabkan penggunaan mesin untuk akselerasi penuh pada setiap putaran hanya sekitar 45%. Akan tetapi, jalan yang tidak rata dapat menyebabkan putaran mesin yang berlebih ketika ban kehilangan kontak dengan jalan.

Memasuki Tikungan 8 "Portier" (www.kaskus.us)

Sumber:
http://archive.kaskus.us/thread/885042/0/formula-one-babes
http://id.wikipedia.org/wiki/Sirkuit_Monako
http://understeering.files.wordpress.com/2008/05/monaco.jpg
http://www.lintasberita.com/Lifestyle/Liburan/monaco-dengan-sejuta-pesona-
 

About Vienastra

Golden Boy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: